Penghormatan Mahkamah Agung Amerika Serikat Kepada Nabi Muhammad SAW

Alifmiqbal

Alifmiqbal

Content Writer

United States Supreme Court Building
Mahkamah Agung Amerika Serikat (wikipedia.org)

Ditengah retorika sentimen anti-Islam dan kritik terhadap hukum syariah oleh beberapa pemimpin Amerika Serikat, yang membuat sebagian umat Islam menganggap bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pemahaman yang baik – atau memiliki rasa hormat – terhadap sejarah dan tradisi Islam. Namun dibalik itu semua, terdapat suatu fakta bahwa Mahkamah Agung Amerika Serikat memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Bentuk Penghormatan Mahkamah Agung Amerika Serikat Kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam diberikan bersama 18 tokoh bersejarah lainnya, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai pendiri undang-undang yang paling hebat dalam sejarah karena siginfikasi luar biasa melalui ajarannya tentang hukum Islam.

Penggambaran Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam di SCOTUS
Penggambaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam di SCOTUS (stepfeed.com)

Terletak di sepanjang koridor bagian selatan di SCOTUS (Supreme Court of United States). Penghormatan Mahkamah Agung Amerika Serikat Kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, diukir dalam bentuk dekorasi dinding marmer yang menggambarkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam memegang sebilah pedang sambil memegang kitab suci Al-Qur’an. Kedelapan belas tokoh yang digambarkan dalam ukiran dinding di SCOTUS ini, dijuluki sebagai “para pendiri hukum yang teragung dalam sejarah”. Beberapa tokoh yang digambarkan lainnya seperti, Menes penguasa Mesir Kuno, Nabi Musa a.s (Moses), Konfisius, Napoleon hingga John Marshall.

Dekorasi mengenai penggambaran kedelapan belas tokoh sejarah ini, dibuat dan dipasang di Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tahun 1930-an, yang bertujuan untuk mengenang kontribusi besar para tokoh tersebut terhadap sejarah hukum. Pada tahun 1989, mantan Hakim Agung AS, John Paul Stevens menulis bahwa masuknya beberapa tokoh sejarah dari berbagai kalangan di Mahkamah Agung AS, melambangkan sebagai penghormatan terhadap keadilan yang melampaui keyakinan tertentu.

Penggambaran mengenai Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam di Mahkamah Agung AS, jarang mendapatkan perhatian beberapa waktu semenjak dibuat pada tahun 1930-an. Namun, mulai tahun 1990-an mulai ada seruan dari beberapa pemimpin/tokoh muslim dunia yang meminta untuk menghapus ukiran tersebut, dikarenakan Islam melarang visualisasi figur Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, baik dalam bentuk gambar maupun ukiran dan patung.

Penghormatan Mahkamah Agung Amerika Serikat Kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam
Penghormatan terhadap Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di Mahkamah Agung AS (Kedubes AS Kabul)

Pada tahun 1997, mengutip dari The Walstreet Journal, dalam sebuah artikel di Washington Post pada saat itu, Dewan Hubungan Amerika-Islam dan kelompok Muslim lainnya, menulis surat dan membuka petisi yang ditunjukkan kepada pengadilan mendesak agar wajah dalam ukiran tersebut dihapuskan. Namun, hakim yang diketuai oleh William Rehnquist menolak permohonan tersebut dan mengeluarkan surat yang berisi:

Suatu tindakan yang melanggar hukum untuk menghapus atau melukai fitur arsitektur yang berada di gedung Mahkamah Agung

Kontroversi tersebut, kemudian coba dihentikan melalui sebuah fatwa yang ditulis oleh Sheikh Taha Jabir al-Alwani, seorang ulama Islam berpengaruh, menurut sebuah artikel yang diterbitkan tahun 2009 di Jurnal Hukum dan Agama Universitas Hamline. Pandangan Sheikh Taha Jabir al-Alwani dapat disimpulkan sebagai berikut:

Apa yang saya lihat di SCOTUS (Mahkamah Agung), selayaknya mendapatkan penghargaan dan ucapan terimakasih dari Muslim Amerika. Ini adalah isyarat positif terhadap Islam yang dibuat oleh arsitek dan pembuat keputusan lainnya dari pengadilan tertinggi di AS. Insya Allah, ini akan membantu memperbaiki beberapa misinformasi yang terjadi terhadap Islam dan umat Islam di negara ini. Dalam budaya dengan warisan sastranya penuh dengan gambaran-gambaran penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Ada sedikit kelegaan bahwa mereka yang berada di SCOTUS, dapat mengatasi prasangka-prasangka buruk tersebut dengan menggambarkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebagai salah satu tokoh terhebat dalam sejarah umat manusia. Bukankah upaya tersebut merupakan sikap mulia yang seharusnya diperoleh dari kita yang percaya terhadap Nabi dan Rasul, setiap dorongan, penghargaan, dan rasa syukur, bukan penolakan, kutukan ataupun kemarahan?

Islam memang menitikberatkan larangan dalam visualisasi figur Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, meskipun Al-Qur’an tidak secara jelas atau tersirat menyatakan larangan penggambaran secara fisik Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Namun, terdapat beberapa hadist yang jelas melarang untuk menggambarkan secara visual seperti lukisan atau pahatan.

Dalam kasus penggambaran visual Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam di SCOTUS, lembaran informasi yang diterbitkan oleh Kantor kurator Mahkamah Agung AS, mengatakan ukiran tersebut adalah:

Usaha pengukir Adolph Weinman, untuk menghormati Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan ukiran tersebut tidak mewakili rupa daripada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Sementara itu, Nihad Awad, sebagai Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, menyatakan bahwa permasalahan mengenai pahatan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah selesai dan menghargai upaya Mahkamah Agung untuk mengakui kontribusi Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dalam bidang hukum.

Sumber Referensi

*Catatan: Jika ada kritik, saran & koreksi dalam artikel ini, silahkan tulisdi kolom komentar 🙂

 

Penghormatan Mahkamah Agung Amerika Serikat Kepada Nabi Muhammad SAW

Share this article

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply